Skip to content
6 Juni 2026
  • Login
  • Daftar
muhammadiyahtuban | Dakwah Mencerahkan

muhammadiyahtuban | Dakwah Mencerahkan

  • Beranda
  • Profil
  • Khutbah
  • Sejarah
  • Berita
  • Login
    • Daftar
    • Login
  • Home
  • 2026
  • Mei
  • 30
  • Artikel
  • Opini
Samson Thohari7 hari ago7 hari ago06 mins
Suasana pertemuan kader Muhammadiyah di Jerman (Sumber foto : Muhammadiyah Jerman eV)
Media Share
     

Muhammadiyahtuban.or.id– Tidak perlu malu menjadi warga Muhammadiyah. Justru sebaliknya, kita wajib bangga menjadi bagian dari gerakan besar ini. Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi juga gerakan dakwah, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia bahkan dunia selama lebih dari satu abad.

  1. Pelopor Gerakan Sosial dan Kemanusiaan

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah mendirikan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) yang melahirkan rumah sakit, klinik, panti asuhan, dan lembaga sosial yang melayani semua kalangan tanpa memandang agama maupun suku.

  1. Kontribusi Besar dalam Penanganan Covid-19

Warga Muhammadiyah melalui rumah sakit, perguruan tinggi, dan cabang-ranting menyalurkan lebih dari Rp1 triliun untuk penanganan pandemi — mencakup layanan kesehatan, bantuan sosial, logistik, dan program kemanusiaan.

  1. Tim Medis Darurat Berstandar WHO

Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di bawah MDMC diakui WHO sebagai tim medis darurat pertama di Indonesia yang memenuhi standar internasional, siap merespons bencana hingga level global.

  1. Aktif Membantu Palestina dan Krisis Kemanusiaan Dunia

Sejak 2018, Muhammadiyah menyalurkan lebih dari Rp40 miliar bantuan untuk Palestina. Muhammadiyah juga hadir membantu korban gempa Nepal, krisis Rohingya Myanmar, dan berbagai bencana internasional melalui Muhammadiyah Aid.

  1. Pelopor Pembaruan Islam di Indonesia

Muhammadiyah meluruskan arah kiblat secara ilmiah, mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu umum, serta membangun sistem sekolah modern berbasis Islam yang menjadi inspirasi bagi banyak lembaga pendidikan di Indonesia.

  1. Perintis Penyelenggaraan Haji

Jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah mendirikan Bagian Penolong Haji. Pada Kongres 1930, direkomendasikan agar umat Islam Indonesia memiliki pelayaran haji sendiri, sebuah visi kemandirian umat yang sangat maju untuk zamannya.

  1. Pelopor Tradisi Halal Bihalal

Istilah “halal bihalal” pernah muncul dalam majalah Soeara Moehammadijah tahun 1924 , bukti peran Muhammadiyah dalam membentuk budaya silaturahmi Islam Indonesia.

  1. Kekuatan Amal Usaha yang Luar Biasa

Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, ratusan rumah sakit, dan lembaga sosial di seluruh Indonesia. Total aset sosialnya diestimasi mencapai Rp454–462 triliun pada 2025, seluruhnya untuk pelayanan umat.

  1. Prestasi Pendidikan yang Membanggakan

SD Muhammadiyah Condongcatur tercatat sebagai sekolah dengan prestasi terbanyak di Indonesia versi Puspresnas dengan lebih dari 500 prestasi. Berbagai Universitas Muhammadiyah secara konsisten masuk jajaran perguruan tinggi swasta terbaik nasional.

  1. Jaringan Internasional di 31 Negara

PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) tersebar di 31 negara, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Malaysia, beberapa telah diakui resmi pemerintah setempat.

  1. Pendidikan di Luar Negeri

Muhammadiyah mendirikan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australia College (MAC) yang bahkan mendapat hibah pendidikan jutaan dolar Australia dari pemerintah setempat.

  1. Tapak Suci Mendunia

Tapak Suci Putera Muhammadiyah meraih juara umum cabang pencak silat di PON Beladiri 2025 dengan 12 medali emas, dan kini berkembang di Jerman, Belanda, dan Austria dengan murid dari masyarakat lokal.

  1. Melahirkan Lebih dari 23 Pahlawan Nasional

Muhammadiyah melahirkan ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, bukti kontribusi besar dalam perjuangan dan pembangunan bangsa.

  1. Membentuk Karakter Warga yang Lapang dan Berwawasan Luas

Melalui manhaj tarjih , mengkaji pendapat berbagai mazhab sebelum mengambil yang terkuat, warga Muhammadiyah memahami bahwa perbedaan praktik ibadah adalah kewajaran dalam fikih Islam. Inilah yang membuat warga Muhammadiyah tidak kagetan saat menjumpai praktik ibadah berbeda, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Lapang dada, luas pandangan, dengan tetap memegang teguh ajaran Islam ( akan dibahas di artikel selanjutnya).

Menjadi warga Muhammadiyah adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai gerakan Islam yang memajukan pendidikan, melayani kemanusiaan, membantu bangsa, dan berkontribusi bagi dunia.

Karena itu, tidak perlu malu menjadi Muhammadiyah. Tampakkan melalui akhlak, karya, dan kontribusi nyata bagi umat dan kemanusiaan.

Penulis: Samson Thohari

 
    
Tagged: Log in Muhammadiyah Muhammadiyah PDMTuban

Navigasi pos

Previous: Melihat Masa Depan Muhammadiyah dalam Sosok Ustaz Nur Fajri
Next: Dari Marbot Masjid Menjadi Direktur Klinik, Lulusan UMSurabaya Ini Hadirkan Harapan Baru di Ende

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

Kisah Ibrahim adalah gambaran nyata dari dakwah bil hal, berdakwah melalui tindakan nyata. ( UMSURA)

Dari Marbot Masjid Menjadi Direktur Klinik, Lulusan UMSurabaya Ini Hadirkan Harapan Baru di Ende

Samson Thohari3 hari ago3 hari ago 0
Ilustrasi Arsenal Juara ( Sumber foto: Sam Cunningham)

Belajar dari Arsenal: Dari “Spesialis Runner-up” ke Juara

Samson Thohari2 minggu ago2 minggu ago 0
Ilustrasi perang ( Sumber foto Detik.com)

Sebelumnya Diapa-apakan Diam, Tetapi Mengapa Akhirnya Melawan?

Samson Thohari3 minggu ago 0

Pos-pos Terbaru

  • Dari Marbot Masjid Menjadi Direktur Klinik, Lulusan UMSurabaya Ini Hadirkan Harapan Baru di Ende
  • (tanpa judul)
  • Melihat Masa Depan Muhammadiyah dalam Sosok Ustaz Nur Fajri
  • Muhammadiyah Tuban Tetapkan Iduladha 1447 H pada 27 Mei 2026, Salat Id Digelar di 51 Titik
  • Belajar dari Arsenal: Dari “Spesialis Runner-up” ke Juara

Komentar Terbaru

  1. Zakaria Ahmad mengenai PCM Widang Bikin Geger! Halal Bihalal Muhammadiyah Tuban Dihadiri 2.500 Jamaah, Wakaf 30 Ribu Meter Persegi Diserahkan
  2. Waras mengenai Cara Unik SD Muhammadiyah 1 Bancar Membudayakan Batik
  3. ARMIYATUN mengenai Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Palang: Jejak Sejarah dan Perjuangan Pendidikan Islam di Cendoro
  4. Feri Setiabudi mengenai LKSA Tunas Melati Muhammadiyah Tuban Gelar Edukasi Bahaya Narkoba, Harap Santri Jadi Pelopor Pencegahan
  5. Isti Wedding mengenai Muhammadiyah Tuban Galakkan Edukasi Bahaya Judi Online Melalui Khotbah Jumat

Arsip

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023

Kategori

  • Artikel
  • Berita
  • English
  • Kegiatan
  • Khutbah
  • News
  • Opini
  • Ramadhan
  • Sejarah
  • Tokoh
MPID PDM TUBAN 2026. Powered By BlazeThemes.