Muhammadiyahtuban.or.id– Tidak perlu malu menjadi warga Muhammadiyah. Justru sebaliknya, kita wajib bangga menjadi bagian dari gerakan besar ini. Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi juga gerakan dakwah, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia bahkan dunia selama lebih dari satu abad.
- Pelopor Gerakan Sosial dan Kemanusiaan
Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah mendirikan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) yang melahirkan rumah sakit, klinik, panti asuhan, dan lembaga sosial yang melayani semua kalangan tanpa memandang agama maupun suku.
- Kontribusi Besar dalam Penanganan Covid-19
Warga Muhammadiyah melalui rumah sakit, perguruan tinggi, dan cabang-ranting menyalurkan lebih dari Rp1 triliun untuk penanganan pandemi — mencakup layanan kesehatan, bantuan sosial, logistik, dan program kemanusiaan.
- Tim Medis Darurat Berstandar WHO
Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di bawah MDMC diakui WHO sebagai tim medis darurat pertama di Indonesia yang memenuhi standar internasional, siap merespons bencana hingga level global.
- Aktif Membantu Palestina dan Krisis Kemanusiaan Dunia
Sejak 2018, Muhammadiyah menyalurkan lebih dari Rp40 miliar bantuan untuk Palestina. Muhammadiyah juga hadir membantu korban gempa Nepal, krisis Rohingya Myanmar, dan berbagai bencana internasional melalui Muhammadiyah Aid.
- Pelopor Pembaruan Islam di Indonesia
Muhammadiyah meluruskan arah kiblat secara ilmiah, mengintegrasikan pendidikan agama dan ilmu umum, serta membangun sistem sekolah modern berbasis Islam yang menjadi inspirasi bagi banyak lembaga pendidikan di Indonesia.
- Perintis Penyelenggaraan Haji
Jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah mendirikan Bagian Penolong Haji. Pada Kongres 1930, direkomendasikan agar umat Islam Indonesia memiliki pelayaran haji sendiri, sebuah visi kemandirian umat yang sangat maju untuk zamannya.
- Pelopor Tradisi Halal Bihalal
Istilah “halal bihalal” pernah muncul dalam majalah Soeara Moehammadijah tahun 1924 , bukti peran Muhammadiyah dalam membentuk budaya silaturahmi Islam Indonesia.
- Kekuatan Amal Usaha yang Luar Biasa
Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, ratusan rumah sakit, dan lembaga sosial di seluruh Indonesia. Total aset sosialnya diestimasi mencapai Rp454–462 triliun pada 2025, seluruhnya untuk pelayanan umat.
- Prestasi Pendidikan yang Membanggakan
SD Muhammadiyah Condongcatur tercatat sebagai sekolah dengan prestasi terbanyak di Indonesia versi Puspresnas dengan lebih dari 500 prestasi. Berbagai Universitas Muhammadiyah secara konsisten masuk jajaran perguruan tinggi swasta terbaik nasional.
- Jaringan Internasional di 31 Negara
PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) tersebar di 31 negara, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Malaysia, beberapa telah diakui resmi pemerintah setempat.
- Pendidikan di Luar Negeri
Muhammadiyah mendirikan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australia College (MAC) yang bahkan mendapat hibah pendidikan jutaan dolar Australia dari pemerintah setempat.
- Tapak Suci Mendunia
Tapak Suci Putera Muhammadiyah meraih juara umum cabang pencak silat di PON Beladiri 2025 dengan 12 medali emas, dan kini berkembang di Jerman, Belanda, dan Austria dengan murid dari masyarakat lokal.
- Melahirkan Lebih dari 23 Pahlawan Nasional
Muhammadiyah melahirkan ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, bukti kontribusi besar dalam perjuangan dan pembangunan bangsa.
- Membentuk Karakter Warga yang Lapang dan Berwawasan Luas
Melalui manhaj tarjih , mengkaji pendapat berbagai mazhab sebelum mengambil yang terkuat, warga Muhammadiyah memahami bahwa perbedaan praktik ibadah adalah kewajaran dalam fikih Islam. Inilah yang membuat warga Muhammadiyah tidak kagetan saat menjumpai praktik ibadah berbeda, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Lapang dada, luas pandangan, dengan tetap memegang teguh ajaran Islam ( akan dibahas di artikel selanjutnya).
Menjadi warga Muhammadiyah adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai gerakan Islam yang memajukan pendidikan, melayani kemanusiaan, membantu bangsa, dan berkontribusi bagi dunia.
Karena itu, tidak perlu malu menjadi Muhammadiyah. Tampakkan melalui akhlak, karya, dan kontribusi nyata bagi umat dan kemanusiaan.
Penulis: Samson Thohari






