Fakta Menarik! Bukan Negara, Tapi Muhammadiyah Rutin Menerima Tamu dari Berbagai Negara

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Muhammadiyah kembali menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi Islam berkemajuan yang memiliki pengaruh di tingkat internasional. Meski bukan sebuah negara maupun lembaga diplomatik, Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara rutin menerima kunjungan duta besar, delegasi pemerintahan, akademisi, tokoh agama, hingga lembaga internasional dari berbagai belahan dunia.

Dalam kurun waktu 2023 hingga 2026, puluhan tamu dari berbagai negara tercatat berkunjung ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mereka datang membawa beragam agenda, mulai dari penjajakan kerja sama pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi, pertukaran akademik, dialog lintas agama, hingga isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Pada 2023, PP Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Kenya, Arab Saudi, Thailand, Uzbekistan, Iran, dan Spanyol. Berbagai pertemuan tersebut menghasilkan pembahasan mengenai beasiswa, pendidikan, kesehatan, wisata religi, serta penguatan kerja sama internasional.

Memasuki 2024, jejaring global Muhammadiyah semakin luas. Delegasi dari Tiongkok, Libya, Prancis, Malaysia, dan Amerika Serikat menjadikan Muhammadiyah sebagai mitra dialog dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Tren positif itu berlanjut pada 2025. Duta Besar Uruguay mengajak Muhammadiyah berkolaborasi dalam ketahanan pangan dan ekonomi berkelanjutan. Di tahun yang sama, pembahasan kerja sama pendidikan dengan Maroko juga terus diperkuat melalui pertemuan bersama Duta Besar RI untuk Maroko dan Mauritania. Hubungan erat dengan Malaysia pun terus terjalin melalui komunikasi tingkat tinggi.

Sementara itu, sepanjang 2026 Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Iran, Delegasi Belanda, World Meditation Foundation, Ma’had Mohammed VI, serta menjajaki kolaborasi strategis dengan Qatar di bidang kecerdasan buatan dan pendidikan. Muhammadiyah juga memperluas jejaring akademik melalui kerja sama dengan Tanzania.

Rangkaian kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi dakwah, tetapi juga dipercaya sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban. Dengan jaringan ribuan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, layanan sosial, serta berbagai program kemanusiaan, Muhammadiyah dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan global.

Kepercayaan dunia kepada Muhammadiyah lahir dari rekam jejaknya selama lebih dari satu abad dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Nilai-nilai Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah menjadikan organisasi ini mampu membangun dialog yang terbuka, memperkuat kolaborasi lintas negara, dan menghadirkan manfaat yang melampaui batas-batas geografis.

Muhammadiyah memang bukan sebuah negara. Namun, ketika duta besar, tokoh dunia, dan delegasi internasional terus berdatangan untuk berdialog dan bekerja sama, hal itu menjadi bukti bahwa pengaruh sebuah organisasi tidak hanya diukur dari luas wilayah atau kekuatan politik, melainkan dari kepercayaan, integritas, serta kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Muhammadiyah terus meneguhkan perannya sebagai jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus membawa wajah Islam Indonesia yang berkemajuan ke panggung dunia.

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *