Muhammadiyahtuban.or.id-Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi uniRank merilis daftar Universitas Islam Terbaik Dunia 2026, dan hasilnya menunjukkan dominasi kampus-kampus Muhammadiyah.
Dari 438 perguruan tinggi Islam yang masuk dalam pemeringkatan global, tujuh kampus Muhammadiyah berhasil menembus jajaran 25 besar dunia. Capaian ini menegaskan bahwa PTMA tidak hanya berkembang sebagai jaringan perguruan tinggi terbesar di Indonesia, tetapi juga semakin diakui di tingkat internasional.
UMSU Raih Peringkat Pertama Dunia
Prestasi paling mencolok diraih Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang berhasil menempati peringkat pertama sebagai universitas Islam terbaik di dunia versi uniRank 2026. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting karena UMSU mampu melampaui berbagai perguruan tinggi Islam ternama dari Timur Tengah maupun Asia Tenggara.
Selain UMSU, enam kampus Muhammadiyah lainnya juga berhasil masuk dalam daftar 25 besar dunia, yaitu:
- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) — Peringkat 1
- Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) — Peringkat 5
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) — Peringkat 7
- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) — Peringkat 8
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) — Peringkat 17
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) — Peringkat 19
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) — Peringkat 22
Keberhasilan tujuh kampus dalam satu jaringan pendidikan menembus 25 besar dunia menunjukkan bahwa sistem pendidikan tinggi Muhammadiyah mampu membangun kualitas yang kompetitif secara merata di berbagai daerah, mulai dari Sumatra hingga Pulau Jawa.
Bagaimana uniRank Melakukan Penilaian?
Dalam melakukan pemeringkatan, uniRank menetapkan sejumlah persyaratan bagi perguruan tinggi yang dinilai. Kampus harus diakui atau terakreditasi oleh otoritas pendidikan tinggi di negaranya, menyelenggarakan program pendidikan mulai jenjang sarjana hingga doktor, serta menjalankan proses pembelajaran secara tatap muka.
Pemeringkatan uniRank juga banyak mempertimbangkan kehadiran digital sebuah perguruan tinggi, termasuk reputasi situs resmi kampus, jumlah tautan dari berbagai situs lain, serta eksposur aktivitas akademik dan publikasi di internet. Karena itu, hasil pemeringkatan ini mencerminkan tingkat visibilitas dan pengaruh digital institusi pendidikan tinggi.
Konsisten Berprestasi di Pemeringkatan Internasional
Capaian di uniRank bukanlah prestasi yang berdiri sendiri. Dalam QS Asia University Rankings (QS AUR) 2026, delapan kampus Muhammadiyah juga berhasil masuk dalam pemeringkatan universitas terbaik di Asia, dengan UMSU, UMY, dan UMS menjadi tiga PTMA dengan posisi tertinggi.
Sementara itu, pada QS World University Rankings (QS WUR) 2027, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tercatat sebagai satu-satunya universitas Islam swasta di Indonesia yang berhasil masuk dalam pemeringkatan dunia versi QS.
Prestasi Menjadi Motivasi untuk Terus Meningkat
Meski pencapaian tersebut membanggakan, Muhammadiyah memandangnya sebagai langkah awal, bukan tujuan akhir. Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengingatkan bahwa pemeringkatan uniRank lebih banyak merefleksikan kekuatan popularitas digital sehingga PTMA masih perlu memperkuat kualitas publikasi ilmiah, dampak riset, kolaborasi internasional, serta inovasi akademik.
Saat ini terdapat 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Indonesia, namun baru 21 kampus yang telah meraih predikat Unggul. Hal tersebut menjadi pekerjaan bersama agar kualitas pendidikan dapat semakin merata di seluruh jaringan PTMA.
Dengan tren peningkatan yang terus berlanjut, Muhammadiyah menargetkan lebih banyak kampus mampu menembus jajaran universitas terbaik dunia, bahkan masuk 100 besar dunia berdasarkan indikator akademik, riset, dan inovasi.
Prestasi tujuh kampus Muhammadiyah dalam daftar universitas Islam terbaik dunia menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Islam Indonesia mampu bersaing di panggung global. Lebih dari sekadar kebanggaan, capaian ini menjadi dorongan untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.
Penulis: Samson Thohari






