Fakta di Balik Gereja Rp45 Miliar yang Dibeli Muhammadiyah di Negeri Juara Piala Dunia 2026

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Spanyol sedang menjadi sorotan dunia. Tim Matador baru saja mengukuhkan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina di partai final. Di balik euforia sepak bola tersebut, ternyata negeri ini juga menyimpan kisah menarik yang melibatkan Muhammadiyah.

Jauh sebelum Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia, Muhammadiyah telah lebih dulu menorehkan jejak bersejarah di negara itu. Melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Muhammadiyah membeli sebuah kompleks bersejarah di Kota Alcalá de Henares, dekat Madrid, dengan nilai sekitar 3 juta euro atau setara kurang lebih Rp45 miliar pada saat transaksi dilakukan.

Kabar ini sempat menjadi perhatian luas karena kompleks tersebut mencakup sebuah bekas gereja. Tak sedikit yang bertanya-tanya, mengapa Muhammadiyah membeli gereja di Spanyol? Apa tujuan sebenarnya? Benarkah bangunan itu akan dijadikan masjid?

Berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui.

  1. Yang dibeli bukan hanya gereja

Muhammadiyah membeli satu kompleks yang terdiri atas bekas gereja, sekolah, asrama, serta lahan yang cukup luas. Jadi, bukan hanya satu bangunan gereja semata.

  1. Gereja tersebut sudah tidak aktif

Bangunan gereja itu telah lama tidak digunakan sebagai tempat ibadah. Berkurangnya jumlah jemaat dan penutupan sekolah membuat pemilik memutuskan menjual kompleks tersebut.

  1. Lokasinya berada di kota bersejarah

Kompleks ini berada di Alcalá de Henares, kota yang dikenal sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan peradaban Spanyol.

  1. Memiliki jejak sejarah Islam

Sebelum menjadi gereja, lokasi tersebut pernah difungsikan sebagai masjid pada masa kejayaan Islam di Andalusia. Pergantian fungsi bangunan terjadi seiring perubahan kekuasaan selama berabad-abad.

  1. Tujuannya untuk dakwah dan pendidikan

Muhammadiyah berencana menjadikan kompleks tersebut sebagai pusat dakwah, pendidikan, pembinaan umat, pelayanan sosial, dan dialog lintas agama bagi masyarakat Muslim di Eropa.

  1. Investasi bernilai sekitar Rp45 miliar

Nilai pembelian kompleks ini diperkirakan mencapai sekitar 3 juta euro atau sekitar Rp45 miliar berdasarkan kurs saat proses transaksi berlangsung.

  1. Simbol dakwah Muhammadiyah di Eropa

Pembelian ini menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga menjangkau dunia internasional melalui pendekatan pendidikan, pelayanan, dan kemanusiaan.

Ketika dunia mengenal Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026, Muhammadiyah memiliki kisah berbeda dari negeri yang sama. Bukan tentang trofi sepak bola, melainkan tentang ikhtiar membangun pusat dakwah dan peradaban Islam di Eropa.Versi ini terasa lebih seperti artikel media online: pembukanya kuat, mengundang rasa ingin tahu, tetapi tetap menjaga akurasi fakta.

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *