Muhammadiyahtuban.or.id-Pagi ini rupiah literally nyentuh angka yang bikin deg-degan: Rp18.067 per dolar AS. Rekor terburuk sepanjang sejarah. Bukan lebay, ini nyata. Dan kalau kamu pikir ini cuma urusan orang kaya atau pedagang impor, think again. Ini ngaruh ke harga-harga yang kamu bayar setiap hari.
Pelemahan rupiah ini bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Ada sebabnya: ketegangan geopolitik global, investor asing yang cabut besar-besaran, sampai tekanan ekonomi domestik yang belum beres.
6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang
1. Jangan nimbun, ya, itu haram literally
Nimbun dolar atau borong sembako buat dijual mahal waktu harga naik? Dalam Islam namanya ihtikar dan hukumnya haram. Nabi saw tegas soal ini (HR. Muslim). Jadi skip ya kebiasaan panic buying-nya.
2. Belanja lokal adalah jihad ekonomi yang real
Tiap kali kamu pilih produk lokal dibanding impor, kamu literally bantu rupiah. Kedengarannya kecil tapi kalau jutaan orang lakuin, efeknya nyata
3. Invest syariah, bukan gambling forex
Sukuk, reksa dana syariah, emas, saat ini pilihan yang halal dan produktif. Kalau ada yang ngajak main forex dengan janji cuan gede dalam waktu singkat? Most ulama bilang itu masuk kategori *maysir* alias judi. Hard pass.
4. Support ekosistem ekonomi umat
Koperasi syariah, BUMM (Badan Usaha Milik Muhammadiyah), usaha-usaha berbasis jamaah.
5. Hidup sederhana (qanaah)
Inflasi hampir pasti nyusul pelemahan rupiah. Nah, *qana’ah*, puas dengan yang ada, tidak berlebihan, bukan cuma nilai spiritual saja, tapi juga strategi finansial yang masuk akal banget di situasi kayak gini.
6. Sedekah justru harus makin rajin
Counterintuitive? Iya. Tapi inilah Islam. Di saat ekonomi susah, yang paling terpukul adalah mereka yang paling bawah. Zakat dan sedekah bukan cuma ibadah,ini redistribusi ekonomi yang nyata dan dibutuhkan sekarang.
Awas Jebakan Batman Investasi
Setiap kali rupiah melemah, yang ikut “menguat” adalah penipuan berkedok investasi. Emas digital bodong, forex tidak berizin, koperasi fiktif , semuanya tiba-tiba punya pitch yang makin meyakinkan.
Rule of thumb-nya simpel: kalau keuntungannya kedengarannya too good to be true, it probably is. Cek izin OJK, tanya ke orang yang paham ekonomi syariah, dan jangan ambil keputusan besar karena FOMO.
Semangat kemandirian ekonomi yang selama ini diusung Muhammadiyah menjadi semakin relevan di tengah pelemahan rupiah ini. Ketergantungan kita pada dolar, pada impor, pada sistem keuangan yang tidak kita kendalikan adalah kerentanan yang harus diperbaiki dari sekarang, bukan pas krisis saja.
Rupiah di Rp18.000 adalah alarm. Pertanyaannya: kita mau snooze lagi, atau bangun dan gerak?
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
QS. Az-Zumar: 53
Penulis: Samson Thohari






