Muhammadiyahtuban.or.id– Komitmen membangun sekolah yang lebih baik tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Bagi SMA Muhammadiyah 2 Palang, langkah tersebut justru dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, yakni membaca Al-Qur’an bersama setiap pagi.
Program membaca Al-Qur’an bagi guru dan tenaga kependidikan (tendik) ini telah berjalan sejak Tahun Ajaran 2025/2026. Program tersebut menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam membangun budaya kerja yang religius, memperkuat kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat berbenah bersama.
Tonggak penting dari pelaksanaan program ini ditandai dengan keberhasilan guru dan tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah 2 Palang menyelesaikan khataman Al-Qur’an untuk pertama kalinya pada 13 Oktober 2026. Capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan pengembangan sekolah.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Palang, Riyan Habiburrokhman, M.Pd., menyampaikan bahwa program tersebut lahir dari keinginan lembaga untuk memberikan ruang kepada guru dan tenaga kependidikan agar lebih dekat dengan Al-Qur’an, sekaligus membangun kebiasaan positif sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
“Program ini berawal dari pemikiran sederhana. Kami memahami bahwa mungkin ada Bapak dan Ibu guru yang memiliki keterbatasan waktu untuk membaca Al-Qur’an di rumah. Karena itu, sekolah berupaya memfasilitasi agar kegiatan membaca Al-Qur’an tetap bisa menjadi bagian dari keseharian mereka,” ungkapnya.
Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun suasana pagi yang lebih produktif dan bermakna. Waktu sebelum memulai aktivitas sekolah yang biasanya diisi dengan percakapan ringan diarahkan menjadi momentum untuk membaca dan mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an.
Menurut Riyan, pembiasaan ini juga memiliki kaitan erat dengan penguatan manajemen dan kedisiplinan lembaga. Membaca Al-Qur’an bersama dan melaksanakan pengarahan pagi atau briefing menjadi bentuk komitmen kolektif yang perlu dijaga oleh seluruh warga sekolah.
“Ketika kita sudah berkomitmen untuk datang pagi dan mengaji bersama, berarti kita sedang belajar membangun kedisiplinan bersama. Ini bukan semata-mata soal datang tepat waktu, tetapi tentang bagaimana kita memiliki kesadaran untuk berbenah dan tumbuh bersama sebagai satu lembaga,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan budaya kerja tidak cukup hanya disampaikan melalui arahan atau aturan. Perubahan perlu dimulai dari kebiasaan nyata yang dilakukan secara konsisten, disertai keteladanan dan kesadaran bersama.
Khataman Al-Qur’an pertama ini pun menjadi catatan penting dalam perjalanan SMA Muhammadiyah 2 Palang. Bagi sekolah, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan menyelesaikan bacaan 30 juz, melainkan simbol bahwa komitmen yang dibangun melalui langkah sederhana dapat menghasilkan perubahan yang bermakna.
“Alhamdulillah, kami bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan khataman Al-Qur’an pertama bersama guru dan tenaga kependidikan. Semoga ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi awal untuk semakin istiqamah. Kami ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai titik awal pembenahan diri, penguatan kebersamaan, dan pengembangan sekolah,” tutur Riyan.
Melalui program ini, SMA Muhammadiyah 2 Palang berharap kebiasaan membaca Al-Qur’an tidak berhenti pada kegiatan rutin pagi hari, tetapi juga tercermin dalam sikap, etos kerja, kedisiplinan, pelayanan, serta proses pendidikan yang dijalankan di sekolah.
Semangat yang dibangun sederhana: memulai hari dengan Al-Qur’an, berbenah bersama, dan bertumbuh bersama. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai salah satu landasan dalam menjalankan amanah pendidikan, SMA Muhammadiyah 2 Palang berikhtiar melangkah menuju lembaga pendidikan yang semakin baik, berkemajuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontributor: Riyan Habiburrokhman






