Ustaz Abdus Salam: Syukur Saat Mendapat Nikmat, Sabar Ketika Menghadapi Musibah

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id– Umat Islam hendaknya senantiasa bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar saat menghadapi musibah. Selain menjadi wujud keimanan, kedua sikap tersebut perlu diwujudkan melalui ibadah, kepedulian sosial, dan upaya menjaga persaudaraan.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Abdus Salam dalam Pengajian Selasa Malam di Masjid Lathifah An Nashir, Sidorejo, Tuban, Selasa (27/10/2026). Dalam kajian tersebut, ia membahas sejumlah amalan yang dapat mengantarkan seorang Muslim menuju surga, di antaranya beribadah kepada Allah SWT, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim.

Mensyukuri Nikmat, Bukan Mengeluh

Ustaz Abdus Salam mengajak jamaah menjadikan hujan sebagai salah satu contoh nikmat Allah SWT yang patut disyukuri. Hujan menjadi sumber kehidupan bagi manusia, tumbuhan, dan makhluk lainnya.

Menurutnya, manusia terkadang mudah mengeluh ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginannya. Saat kemarau panjang, hujan dinantikan. Namun, ketika hujan turun terus-menerus, sebagian orang justru mengeluh.

Karena itu, seorang Muslim perlu belajar menerima keadaan dengan penuh kesadaran dan keimanan.

Ketika memperoleh nikmat, umat Islam hendaknya bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah. Sebaliknya, ketika menghadapi musibah, kesabaran harus dikedepankan.

Syukur juga tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui perbuatan. Harta dapat digunakan untuk bersedekah, kesehatan dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, sedangkan ilmu dan kecerdasan digunakan untuk menyebarkan kebaikan serta berdakwah.

Silaturahim sebagai Jalan Menuju Surga

Dalam kajian tersebut, Ustaz Abdus Salam juga menjelaskan hadis tentang Abu Ayyub Al-Anshari yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai amalan yang dapat memasukkannya ke surga dan menjauhkannya dari neraka.

Rasulullah SAW menjelaskan pentingnya menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim.

Silaturahim tidak hanya dilakukan dengan menghadiri pertemuan keluarga besar. Mengunjungi kerabat, menjenguk keluarga yang sakit, menjaga komunikasi, dan membantu saudara yang membutuhkan juga merupakan bentuk nyata menjaga persaudaraan.

Ia mengingatkan bahwa hubungan antarkeluarga perlu dirawat agar tidak renggang. Bahkan, pemberian sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi sarana mempererat kasih sayang.

Sedekah kepada Kerabat Memiliki Dua Keutamaan

Ustaz Abdus Salam turut menjelaskan keutamaan bersedekah kepada kerabat yang membutuhkan. Sedekah kepada orang miskin bernilai pahala sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat mengandung dua keutamaan, yakni pahala sedekah dan pahala menyambung silaturahim.

Karena itu, membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah.

Bantuan tersebut tidak harus berupa uang dalam jumlah besar. Berbagi makanan, bahan kebutuhan pokok, atau bantuan lain sesuai kemampuan juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

Prinsip ini mengingatkan umat Islam agar tidak hanya memperhatikan kebutuhan diri sendiri, tetapi juga peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.

Mengikuti Sunah dalam Berbuka Puasa

Materi berikutnya membahas tuntunan berbuka puasa. Ustaz Abdus Salam menyampaikan bahwa kurma merupakan salah satu pilihan yang dianjurkan untuk mengawali berbuka. Jika kurma tidak tersedia, air dapat menjadi pilihan.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam beribadah.

Kesederhanaan dan kesungguhan mengikuti sunah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah. Pada saat yang sama, umat Islam juga diajak memperhatikan kebutuhan orang lain, terutama mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Mengutamakan Ketaatan kepada Allah

Pada bagian lain, Ustaz Abdus Salam membahas kisah Abdullah bin Umar dan ayahnya, Umar bin Khattab, yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Kisah tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan.

Kecintaan terhadap sesuatu hendaknya tidak membuat seseorang mengabaikan ketentuan Allah SWT. Namun, penerapannya tetap perlu memperhatikan tuntunan syariat dan konteks persoalan, termasuk hak-hak setiap pihak dalam kehidupan keluarga.

Pesan ini mengajak umat Islam untuk mendahulukan ketaatan kepada Allah SWT serta bersedia mengutamakan kebaikan daripada sekadar mengikuti keinginan pribadi.

Menjaga Istiqamah dalam Beribadah

Menutup kajiannya, Ustaz Abdus Salam berharap jamaah senantiasa diberi kekuatan untuk menjalankan perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya, dan mengikuti sunah Rasulullah SAW.

Ia mengajak umat Islam membiasakan diri bersyukur ketika memperoleh nikmat, bersabar saat menghadapi ujian, serta memperbanyak amal saleh yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut, umat Islam diharapkan mampu menjaga keimanan, mempererat persaudaraan, dan meraih kebahagiaan di dunia maupun akhirat. (*)

Firnas Muttaqin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *