BSI Pusat Terpukau Terobosan PRM Cendoro, PLTS Masjid Dipakai Aliri Sawah Warga

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Ada banyak cerita menarik dari Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Tuban. Di balik aktivitas Muhammadiyah yang tumbuh di tingkat ranting, ternyata tersimpan ekosistem amal usaha dan aset yang cukup besar.

Hal itu terungkap saat perwakilan BSI Pusat Jakarta, Faris, berkunjung ke Cendoro dan berbincang dengan Samson Thohari dari Muhammadiyah.or.id sekaligus perwakilan PRM Cendoro, Selasa (15/9/2026).

Obrolan yang berlangsung santai tersebut berkembang membahas berbagai potensi yang dimiliki PRM Cendoro. Salah satunya mengenai aset yang dikelola, yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp30 miliar.

Potensi itu tidak berdiri sendiri. PRM Cendoro memiliki berbagai amal usaha dan fasilitas yang tumbuh bersama masyarakat, mulai dari KB/TK, MI, MTs, Surya Mart, tiga masjid, tiga musala, hingga dua TPQ.

Tiga masjid yang dikelola yakni Masjid Nurul Huda, Masjid Jami’ Al-Azmi, dan Masjid Nurah binti Saad Al Muaither. Menariknya, ketiga masjid tersebut telah dilengkapi AC dan dua di antaranya telah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Bagi Faris, penggunaan energi surya di masjid sudah menjadi hal menarik. Namun, ada satu cerita yang membuatnya semakin tertarik.

Di Masjid Nurah, PLTS tidak berhenti pada kebutuhan listrik masjid. Energi tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung sistem pengairan menuju sawah warga yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Samson menjelaskan, pemanfaatan PLTS untuk pengairan sawah tersebut merupakan salah satu terobosan PRM Cendoro dalam mengembangkan energi terbarukan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini satu-satunya di Tuban,” kata Samson kepada Faris.

Terobosan tersebut mendapat apresiasi dari Faris. Menurutnya, apa yang dilakukan PRM Cendoro menunjukkan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat.

Dari pendidikan, ekonomi, layanan keagamaan hingga energi terbarukan, berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana ekosistem Muhammadiyah di tingkat ranting dapat terus tumbuh dan memberikan kemanfaatan.

Bagi PRM Cendoro, aset dan amal usaha yang dimiliki bukan sekadar angka. Yang lebih penting adalah bagaimana semuanya dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.

Kunjungan BSI Pusat ke Cendoro pun menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat. Dari sebuah obrolan sederhana, muncul banyak potensi yang bisa dikembangkan dan disinergikan ke depan.

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *