Lelah Menjadi Lillah: IMM Tuban Turun ke Jalan Galang Dana untuk Korban Bencana NTT

Media Share

MUHAMMADIYAHTUBAN.OR.ID – Kepedulian terhadap sesama tidak mengenal jarak. Ahad pagi, 30 Agustus 2026, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tuban turun ke sejumlah ruang publik untuk mengajak masyarakat ikut membantu warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengusung tema “Lelah Menjadi Lillah”, aksi tersebut digelar IMM Tuban bersama Lazismu Tuban melalui Aksi Galang Dana Peduli Nusa Tenggara Timur.

Para kader terlebih dahulu berkumpul di GDM Tuban sebelum bergerak menuju tiga titik penggalangan dana, yakni GOR Tuban, Pasar Baru Tuban, dan Taman Abhipraya.

Di tengah aktivitas masyarakat, para kader IMM menyampaikan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak warga menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

Ketua PC IMM Tuban, Prastyo, mengatakan bahwa aksi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar IMM untuk menghadirkan gerakan kemanusiaan secara langsung di tengah masyarakat.

«“Kami ingin kader IMM tidak hanya peka terhadap persoalan yang ada di sekitar kita, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di daerah lain. Jarak bukan alasan untuk tidak peduli. Hari ini kami turun, mengajak masyarakat bersama-sama memberikan apa yang kita mampu. Semoga sedikit yang kita lakukan ini bisa menjadi manfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” ujar Prastyo.»

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi kader untuk belajar hadir dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya mengumpulkan donasi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa persoalan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi para kader, turun ke jalan bukan sekadar upaya menghimpun donasi. Ada pesan yang lebih besar yang ingin dibawa: bahwa penderitaan masyarakat di daerah lain tetap menjadi kepedulian bersama.

Semangat “Lelah Menjadi Lillah” menjadi pengingat bahwa setiap langkah, waktu, dan tenaga yang diberikan untuk membantu sesama memiliki nilai pengabdian.

Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki peran di ruang akademik. Ketika persoalan kemanusiaan membutuhkan perhatian, kader muda Muhammadiyah dapat mengambil bagian dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat.

IMM Tuban dan Lazismu Tuban berharap aksi tersebut dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk turut membantu korban bencana di NTT.

Karena kepedulian tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Ia bisa dimulai dari hal sederhana: menyisihkan sedikit rezeki, meluangkan waktu, atau sekadar memilih untuk tidak berpaling dari kesulitan sesama.

Kontributor: Ahmad Sholikhul Hadi
Editor: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *