Muhammadiyahtuban.or.id-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menerbitkan Edaran Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 yang menyerukan penghimpunan infak salat Jumat secara nasional untuk membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seruan ini menggerakkan puluhan ribu masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia, dengan seluruh Pimpinan Muhammadiyah di semua tingkatan, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, hingga takmir masjid diimbau menggalang dan menyalurkan infak khusus pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Penghimpunan dana diarahkan mengalir lewat jalur Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) di setiap tingkat kepemimpinan, sejalan dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) satu Muhammadiyah bergerak serentak dalam satu respons kemanusiaan. Setiap tingkat pimpinan juga diwajibkan melaporkan hasil penggalangan dana kepada jenjang di atasnya, sebagai bentuk akuntabilitas penyaluran bantuan.
Instruksi nasional ini kemudian diteruskan berjenjang hingga ke daerah. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menerbitkan Edaran Nomor 280/II.0/B/2026 pada tanggal yang sama, yang selanjutnya ditindaklanjuti Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tuban lewat Edaran Nomor 511/EDR/III.0/E/2026.

Karena mengikuti arahan PWM Jawa Timur yang terbit terpisah dari edaran PP, jamaah Muhammadiyah di Tuban justru diarahkan menggalang infak salat Jumat sebanyak dua kali pada Jumat ke-3 dan ke-4 bulan Agustus 2026 , alih-alih satu kali seperti instruksi pusat. Dana yang terkumpul di Tuban dihimpun lewat LAZISMU PDM Tuban dan ditargetkan rampung paling lambat 2 September 2026, untuk kemudian disalurkan lewat LAZISMU Jawa Timur menuju wilayah terdampak.
Skema berjenjang seperti ini menjadi ciri khas organisasi Muhammadiyah: instruksi pusat dijalankan serentak secara nasional, sementara pimpinan wilayah dan daerah tetap leluasa menggerakkan jaringannya sendiri sesuai kebutuhan dan momentum lokal. Hasilnya, alih-alih tumpang tindih, gerak dua kali lipat di Tuban justru memperkuat derasnya solidaritas umat untuk korban gempa NTT.
Penulis: Samson Thohari






