Bangga Menjadi Warga Muhammadiyah, Ini Alasannya!

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Menjadi warga Muhammadiyah bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi. Ada nilai, tradisi, perjuangan, dan kontribusi panjang yang membuat Muhammadiyah menjadi salah satu gerakan Islam terbesar di Indonesia.

Dari masjid, sekolah, kampus, rumah sakit, panti asuhan, hingga misi kemanusiaan di berbagai belahan dunia, Muhammadiyah terus berusaha menghadirkan Islam yang mencerahkan, berkemajuan, dan memberi manfaat bagi sesama.

Lalu, apa yang membuat kita patut bangga menjadi warga Muhammadiyah?

  1. Beribadah Murni Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah

Muhammadiyah menempatkan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama dalam beragama. Praktik ibadah tidak sekadar mengikuti kebiasaan yang diwariskan, tetapi terus dikaji berdasarkan dalil dan ilmu.

Semangat ini melahirkan tradisi tajdid, yaitu pemurnian dalam persoalan akidah dan ibadah sekaligus pembaruan dalam kehidupan sosial.

  1. Pelopor Gerakan Sosial dan Kemanusiaan

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah menjadikan pelayanan sosial sebagai bagian penting dari gerakannya.

Melalui PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem), Muhammadiyah mengembangkan berbagai layanan yang kemudian melahirkan rumah sakit, klinik, panti asuhan, dan lembaga sosial.

Menariknya, pelayanan tersebut ditujukan kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.

  1. Kontribusi Besar dalam Penanganan COVID-19

Ketika pandemi COVID-19 melanda, Muhammadiyah tidak tinggal diam.

Rumah sakit, perguruan tinggi, MDMC, Lazismu, cabang-ranting, hingga warga Muhammadiyah di berbagai daerah bergerak bersama memberikan layanan kesehatan, bantuan sosial, logistik, edukasi, dan berbagai program kemanusiaan.

Kontribusi Muhammadiyah selama pandemi bahkan mencapai nilai lebih dari Rp1 triliun dalam berbagai bentuk penanganan dan bantuan.

  1. Memiliki Tim Medis Darurat Berstandar Internasional

Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memiliki Emergency Medical Team (EMT) yang dipersiapkan untuk merespons bencana dan krisis kesehatan.

EMT Muhammadiyah berhasil memenuhi standar internasional dan mendapat pengakuan dalam sistem EMT Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Artinya, ketika terjadi bencana besar, Muhammadiyah bukan hanya mampu membantu di dalam negeri, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam respons kemanusiaan tingkat internasional.

  1. Aktif Membantu Palestina dan Krisis Kemanusiaan Dunia

Kepedulian Muhammadiyah tidak berhenti di Indonesia.

Palestina menjadi salah satu perhatian utama. Bantuan kemanusiaan terus disalurkan melalui berbagai lembaga Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga pernah terlibat dalam respons kemanusiaan untuk korban gempa Nepal, krisis Rohingya, serta berbagai bencana dan konflik kemanusiaan melalui jejaring Muhammadiyah Aid.

Islam yang dibawa Muhammadiyah bukan hanya berbicara tentang diri sendiri, tetapi juga tentang kepedulian terhadap penderitaan manusia.

  1. Pelopor Pembaruan Islam di Indonesia

Muhammadiyah sejak awal berdiri membawa semangat pembaruan.

Penggunaan ilmu pengetahuan dalam menentukan arah kiblat, pembaruan sistem pendidikan, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta pendirian sekolah modern berbasis Islam menjadi bagian dari perjalanan panjang Muhammadiyah.

Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa menjadi Muslim tidak berarti harus meninggalkan kemajuan ilmu pengetahuan.

  1. Perintis Penyelenggaraan Haji

Semangat kemandirian umat juga terlihat dalam sejarah Muhammadiyah.

Pada masa sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah memikirkan persoalan penyelenggaraan perjalanan haji. Dalam Kongres Muhammadiyah tahun 1930, bahkan muncul gagasan agar umat Islam Indonesia memiliki pelayaran haji sendiri.

Untuk ukuran zamannya, gagasan tersebut menunjukkan keberanian Muhammadiyah memikirkan persoalan umat secara jauh ke depan.

  1. Memiliki Jejak dalam Tradisi Halal Bihalal

Halal bihalal telah menjadi tradisi khas masyarakat Muslim Indonesia.

Istilah tersebut pernah muncul dalam majalah Soeara Moehammadijah pada dekade 1920-an. Hal ini menjadi salah satu jejak sejarah yang menarik tentang peran Muhammadiyah dalam perkembangan tradisi keislaman masyarakat Indonesia.

  1. Amal Usaha yang Luar Biasa Besarnya

Salah satu alasan terbesar untuk bangga menjadi warga Muhammadiyah adalah amal usaha.

Sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, panti asuhan, lembaga zakat, hingga berbagai unit sosial dan ekonomi tumbuh di berbagai daerah.

Semua itu bukan sekadar bangunan atau institusi. Di baliknya ada jutaan manusia yang setiap hari mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan kesempatan untuk berkembang.

  1. Prestasi Pendidikan yang Membanggakan

Sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah terus menorehkan prestasi.

Salah satu contohnya adalah SD Muhammadiyah Condongcatur yang dikenal memiliki ratusan prestasi. Di tingkat perguruan tinggi, berbagai kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga terus berkembang dan bersaing dalam pemeringkatan nasional maupun internasional.

Salah satu yang membanggakan adalah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang berhasil mencatatkan prestasi tinggi dalam pemeringkatan universitas Islam dunia versi UniRank.

Kampus-kampus Muhammadiyah juga semakin sering menjadi tujuan kunjungan akademisi, mahasiswa, dan delegasi dari berbagai negara.

  1. Memiliki Jaringan Internasional

Muhammadiyah tidak lagi hanya berbicara tentang Indonesia.

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) telah berkembang di puluhan negara. Dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia, warga Muhammadiyah membangun komunitas dan aktivitas dakwah di tengah masyarakat internasional.

Bahkan, PCIM Britania Raya dan Irlandia baru-baru ini mencatat sejarah dengan diterima sebagai organisasi Indonesia pertama dan satu-satunya dari Indonesia di Muslim Council of Britain (MCB).

Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah semakin dikenal sebagai gerakan Islam Indonesia yang mampu berinteraksi dan berkontribusi di tingkat global.

  1. Muhammadiyah Mendirikan Pendidikan di Luar Negeri

Muhammadiyah juga mulai membangun institusi pendidikan di luar Indonesia.

Kehadiran Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australia College (MAC) menunjukkan bahwa Muhammadiyah mulai membangun ekosistem pendidikan Islam yang melampaui batas negara.

Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui pendidikan berkualitas.

  1. Tapak Suci Semakin Mendunia

Bangga menjadi warga Muhammadiyah juga berarti bangga dengan perkembangan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Perguruan seni bela diri ini telah melahirkan atlet-atlet berprestasi dan terus berkembang ke berbagai negara.

Tapak Suci bahkan telah hadir di sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Austria, dengan masyarakat lokal ikut mempelajari seni bela diri warisan Indonesia tersebut.

Tapak Suci semakin mendunia.

  1. Melahirkan Banyak Pahlawan Nasional

Muhammadiyah juga memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa.

Para ulama, pendidik, pejuang kemerdekaan, dan tokoh bangsa yang memiliki hubungan dengan Muhammadiyah telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Mereka menunjukkan bahwa perjuangan Muhammadiyah tidak pernah berhenti pada urusan internal umat, tetapi ikut membangun Indonesia.

  1. Membentuk Warga yang Lapang Dada dan Berwawasan Luas

Ini mungkin salah satu karakter yang sering tidak terlihat, tetapi sangat penting.

Melalui Manhaj Tarjih, Muhammadiyah membangun tradisi keilmuan dalam memahami persoalan agama. Berbagai pendapat dikaji, dalil diteliti, kemudian dipilih pendapat yang dianggap paling kuat berdasarkan metodologi yang digunakan.

Karena itu, warga Muhammadiyah idealnya tidak mudah kagetan ketika melihat praktik ibadah yang berbeda.

Ketika pergi ke daerah lain atau bahkan ke negara lain, kita bisa menemukan cara salat,atau praktik fikih lainnya yang berbeda.

Tidak harus marah. Tidak harus menganggap semuanya sesat.

Lapang dada terhadap perbedaan fikih justru menjadi salah satu buah dari tradisi keilmuan.

Tetap teguh memegang prinsip, tetapi tidak sempit dalam menghadapi perbedaan.

Dan Masih Banyak Lagi…

Menjadi warga Muhammadiyah tentu bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Justru semakin besar kontribusi Muhammadiyah, semakin besar pula tanggung jawab warganya untuk menjaga akhlak, keikhlasan, integritas, dan semangat melayani.

Bangga menjadi Muhammadiyah bukan karena merasa paling benar.

Tetapi karena kita menjadi bagian dari gerakan yang berusaha menjadikan ajaran Islam hadir dalam bentuk ilmu, amal, pelayanan, kemanusiaan, dan kemajuan.

Dari Yogyakarta hingga berbagai penjuru dunia.

Dari sekolah kecil di pelosok hingga kampus yang didatangi delegasi internasional.

Dari membantu tetangga yang kesusahan hingga mengirim tim kemanusiaan ke negeri yang sedang dilanda bencana.

Dan menjadi bagian darinya adalah sebuah kebanggaan sekaligus amanah.

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *