Muhammadiyahtuban.or.id-Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM Jawa Timur menggelar Regional Meeting Cluster Pantura pada Sabtu di Gedung Olahraga Kompleks Perguruan Muhammadiyah Cendoro, Palang, Tuban. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dari wilayah Bojonegoro, Lamongan, Gresik, dan Tuban.
Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang merupakan utusan PDM) dan PCM se-Cluster Pantura. Sebagai tuan rumah, PDM Tuban juga mengikutsertakan seluruh unsur pleno, Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom), serta unsur Persyarikatan lainnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Regional Meeting secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua LPCR-PM PWM Jawa Timur, Firman Susanto Noor. Sebelum memasuki agenda utama, para peserta disambut penampilan musik angklung yang dibawakan siswa-siswi SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, sehingga menambah semarak suasana pembukaan.
Dalam arahannya, Firman mengapresiasi perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Tuban. Menurutnya, semangat dakwah yang dipadukan dengan pemanfaatan media sosial menjadi salah satu kekuatan Muhammadiyah Tuban.
“Tuban menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Dakwahnya berjalan, aktivitas organisasinya hidup, dan pemanfaatan media sosialnya juga luar biasa hingga menjadi yang terbaik di Jawa Timur,” ujarnya.
Firman juga mendorong agar ranting memberikan perhatian lebih kepada kader muda. Menurutnya, regenerasi akan berjalan baik apabila kader merasa diberi ruang untuk berkontribusi.
“Saya masih mendengar keluhan dari sejumlah kader muda yang lebih memilih aktif di tingkat daerah karena merasa kurang mendapat ruang dan perhatian di ranting. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar ranting semakin ramah terhadap kader muda,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Edi Utomo, finalis LPCR-PM dari Masjid Supangat, memaparkan program Bankziska (Bantuan Keuangan Berbasis Dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya) yang menjadi salah satu program unggulan masjid tersebut.
Menurut Edi, Bankziska lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha super mikro, yang terjerat rentenir atau bank titil dengan bunga tinggi. Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang lebih aman dan sesuai dengan nilai-nilai syariat.
Dalam pelaksanaannya, Bankziska menerapkan sistem tanggung renteng berbasis komunitas. Pola tersebut tidak hanya meningkatkan kedisiplinan dalam pengembalian pinjaman, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab dan solidaritas antarpeserta.
Sementara itu, Rasmuji Habibi dari LPCR-PM Tuban selaku tuan rumah mengatakan Regional Meeting menjadi momentum untuk menyamakan visi dalam pengembangan Persyarikatan di kawasan Pantura.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menyamakan visi dalam mengaktifkan cabang, memberdayakan ranting, serta memakmurkan masjid sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan umat,” ujarnya kepada Muhammadiyah.or.id.
Ketua Panitia, Ahmad Hadi, mengaku bersyukur dan bangga karena ranting yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah Regional Meeting Cluster Pantura. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menghidupkan gerakan Muhammadiyah dari tingkat ranting serta memperkuat sinergi antardaerah di kawasan Pantura Jawa Timur.
Penulis: Samson Thohari






