Katakan “Syududu” (Tidak – لا – No) pada Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Di tengah kehidupan yang terus berkembang, umat Islam dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari luar maupun dari dalam. Salah satunya adalah masih adanya praktik-praktik yang belum memiliki dasar yang jelas dalam ajaran Islam, yang sering dikenal dengan istilah TBC: Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat.

Sejak dahulu, para ulama dan gerakan dakwah, termasuk Muhammadiyah, telah mengajak umat untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.

Memahami dengan Jernih

Takhayul mengajak kita meyakini sesuatu tanpa dasar yang jelas dalam syariat.

Bid’ah muncul ketika ada amalan dalam ibadah yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Khurafat hadir dalam bentuk cerita atau keyakinan yang bercampur antara fakta dan mitos.

Sering kali, hal-hal ini hadir bukan karena niat buruk, tetapi karena kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Mengapa Perlu Ditinggalkan?

Islam adalah agama yang sempurna. Karena itu, menjaga kemurniannya adalah bagian dari bentuk kecintaan kita kepada agama ini.

Ketika kita perlahan meninggalkan TBC, kita sedang:

  • Menjaga kemurnian tauhid
  • Meluruskan niat dan ibadah
  • Menguatkan cara berpikir yang jernih
  • Memisahkan ajaran agama dari kebiasaan yang tidak sesuai

Maka, mengatakan “Syududu” (Tidak – لا – No) bukanlah bentuk penolakan semata, tetapi wujud komitmen untuk belajar dan menjadi lebih baik.

Melangkah dengan Hikmah

Perubahan tidak selalu harus cepat, tetapi harus tepat. Dalam menyampaikan kebaikan, kita bisa:

  • Mengedepankan ilmu dan dalil
  • Menyampaikan dengan kelembutan
  • Menghargai proses setiap orang
  • Mengajak dengan penuh kesabaran

Karena sejatinya, dakwah adalah perjalanan bersama, bukan sekadar penilaian.

Kembali kepada yang Murni

Setiap langkah kecil untuk meninggalkan TBC adalah bagian dari usaha kembali kepada Islam yang murni. Jalan ini mungkin tidak selalu mudah, tetapi penuh keberkahan.

Dengan memahami agama secara benar, kita tidak hanya memperbaiki ibadah, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih tenang, rasional, dan penuh makna.

Mari bersama belajar dan bertumbuh.

Dengan lembut, tapi mantap, katakan: Syududu (Tidak – لا – No).

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *