Adu Mewah Gedung Muktamar: Siapa Paling ‘Wow’ dari Tahun ke Tahun?

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi Muhammadiyah yang digelar setiap lima tahun sekali. Sejak 2005, setiap kali menjadi tuan rumah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di daerah penyelenggara selalu membangun gedung ikonik baru sebagai warisan fisik pasca-perhelatan. Yuk spill lokasi dan biaya pembangunannya dari Muktamar ke-45 di Malang hingga Muktamar ke-49 di Medan yang akan datang.

Muktamar ke-45 — Malang, 2005

Muktamar ke-45 Muhammadiyah dan Aisyiyah digelar pada 3–8 Juli 2005 di Stadion Gajayana, dengan puncak kegiatan dipusatkan di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka gelaran ini yang diikuti sekitar 2.600 peserta muktamar Muhammadiyah dan 1.400 peserta Nasyiatul Aisyiyah, serta puluhan ribu penggembira.

Gedung yang lahir dari momentum ini adalah UMM Dome, diresmikan 24 Juni 2005 tepat menjelang muktamar. Gedung ini merupakan pengembangan dari Gedung Serba Guna (GSG) UMM yang mulai dibangun sejak 1997, dengan kapasitas akhir sekitar 10.000 orang untuk aula utama. Sayangnya, angka resmi biaya pembangunan UMM Dome tidak terdokumentasi secara terbuka dalam sumber-sumber yang tersedia.

Muktamar ke-46 — Yogyakarta, 2010 (Muktamar Satu Abad)

Digelar 3–8 Juli 2010 bertepatan dengan satu abad usia Muhammadiyah, muktamar ini berpusat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), gedung gabungan sport hall dan auditorium pertama di Indonesia.

  • Biaya pembangunan: ± Rp30 miliar
  • Kapasitas: ± 5.000 orang (luas total bangunan 7.905 m²)
  • Waktu pembangunan: sekitar 2 tahun, diresmikan 26 Juni 2010

Muktamar ke-47 — Makassar, 2015

Muktamar ke-47 berlangsung di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), yang mulai dibangun 1 Juli 2013 dan diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2015. Gedung berlantai empat ini berkapasitas 7.000 orang.

  • Peresmian dilakukan bersamaan dengan Menara Iqra (18 lantai) yang menelan biaya Rp72,1 miliar
  • Anggaran pembangunan Balai Sidang sendiri ditanggung pihak universitas, namun angka resminya secara terpisah tidak dipublikasikan secara spesifik di sumber yang tersedia

Muktamar ke-48 — Surakarta, 2022

Karena pandemi Covid-19, muktamar yang semestinya digelar 2020 baru terlaksana pada 18–20 November 2022. Pembukaan berlangsung di Stadion Manahan, sementara agenda utama dipusatkan di Edutorium KH. Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) — gedung yang bentuknya kerap disandingkan dengan Allianz Arena, kandang Bayern Munich.

  • Biaya pembangunan: Rp386 miliar
  • Luas bangunan: 14.400 m² di atas lahan 54.842,78 m²
  • Kapasitas: 8.000–10.000 orang
  • Diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Juli 2021

Muktamar ke-49 — Medan, 2027 (Akan Datang)

Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah dijadwalkan berlangsung November 2027 di Sumatera Utara, dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai tuan rumah pelaksana. Pemilihan Medan didasarkan pada kapasitas kota metropolitan sekaligus nilai historis, Medan pernah menjadi tuan rumah Kongres ke-28 Muhammadiyah pada 1939.

Venue utama berada di kompleks Kampus Terpadu UMSU seluas ± 25 hektare di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, kawasan hinterland Kota Medan. Groundbreaking dilakukan 21 Desember 2024 oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Dua gedung utama yang dibangun:

  • Auditorium Berkemajuan (arena Muktamar Muhammadiyah): kapasitas 7.000–7.500 orang, progres ± 56% (pertengahan 2026), ditargetkan rampung Juli 2027
  • Sport Hall Walidah (arena Muktamar Aisyiyah): kapasitas 2.500 orang, progres ± 88–95%, ditargetkan rampung Agustus–September 2026

Biaya pembangunan:

  • Dana tahap awal yang dialokasikan UMSU: Rp60 miliar
  • Total biaya pembangunan kedua gedung (Auditorium + Sport Hall): berkisar Rp351 miliar (angka yang paling sering disebut Rektor UMSU dalam berbagai kesempatan sepanjang 2025–2026)
  • Auditorium Berkemajuan saja disebutkan bernilai Rp235 miliar dalam laporan progres Juli 2026
  • Proyeksi jangka panjang: pembangunan kampus terpadu secara menyeluruh hingga 2040 diperkirakan menelan Rp1,5 triliun

Selain dua gedung utama, panitia juga menyiapkan Masjid KH. Ahmad Dahlan serta memanfaatkan lokasi pendukung seperti Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Mandala, Istana Maimun, dan Lapangan Merdeka untuk rangkaian Semarak Muktamar.

Pola ini menunjukkan tradisi Muhammadiyah menjadikan setiap Muktamar sebagai momentum pembangunan infrastruktur pendidikan permanen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah setempat, bukan sekadar venue sementara, melainkan warisan jangka panjang bagi kampus dan masyarakat sekitar.

Catatan: Angka biaya untuk Muktamar 2027 masih bersifat estimasi tahap awal karena pembangunan masih berlangsung hingga artikel ini ditulis (Agustus 2026).

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *