3 Lembaga Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban ikuti Rakernas II & Silatnas AUMSOS 2025

Media Share

Depok, PDMTUBAN.COM– Tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Amal Usaha Muhammadiyah Sosial (AUMSOS) 2025. Ketiga lembaga tersebut adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putra, LKSA Putri, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Birrul Walidain Tuban.

Kegiatan yang digelar oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berlangsung pada 26–28 Juni 2025 di PPSDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat. Mengusung tema “Transformasi Amal Usaha Sosial Muhammadiyah dalam Penguatan Isu Keluarga dan Komunitas”, Rakernas II dan Silatnas ini diikuti oleh 822 peserta dari unsur MPKS wilayah serta pimpinan LKS Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Indonesia.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar evaluasi terhadap capaian Rakernas I tahun 2022, namun juga merupakan titik tolak bagi aksi strategis dan konsolidasi nasional dalam memperkuat arah gerakan sosial Muhammadiyah.

“Rakernas II dan Silatnas ini bukan hanya ajang evaluasi, melainkan juga momentum penting untuk melahirkan aksi konkret. Ini adalah bentuk konsolidasi nasional MPKS dan LKSMA dalam memperkuat peran sosial Muhammadiyah, khususnya dalam merespons tantangan baru pengasuhan anak berbasis keluarga dan komunitas,” tegas Mariman.

Transformasi AUM Sosial Muhammadiyah, lanjutnya, menjadi urgensi yang tak terelakkan. Berdasarkan data Kementerian Sosial 2024, dari sekitar 4,43 juta anak yatim piatu (YAPI) di Indonesia, hanya 450 ribu anak (1,2%) yang diasuh di lembaga sosial. Sisanya—sekitar 98,8%—justru berada dalam pengasuhan keluarga miskin yang rentan.

“Karena itu, ada tiga target utama dalam forum nasional ini: dirumuskannya agenda aksi percepatan transformasi AUM Sosial Muhammadiyah melalui penguatan peran keluarga dan komunitas dalam pembinaan YAPI, difabel, dan lansia,” ungkapnya.

Dalam wawancara khusus pada Jumat pagi (27/06), Mariman Darto juga menyoroti LKS Muhammadiyah Tuban sebagai salah satu model panti sosial yang mandiri dan menginspirasi.

“Saya pernah berkunjung ke Tuban. Di sana, panti-pantinya menjadi contoh menarik karena mampu mandiri lewat berbagai usaha. Ini menunjukkan bahwa keberdayaan sosial bisa dicapai tanpa bergantung pada status pegawai negeri. Mereka memberi teladan bahwa anak yatim bukan sekadar diberi makan, tetapi didorong agar mampu bermimpi, berdaya, dan bertanggung jawab terhadap masa depan,” ujar Mariman.

Penulis: Muhammad Anwar Ibrahim, S.T.
Editor: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *