Kajian AMM 2 dalam Rangka Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah Sukses Digelar

Media Share

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tuban berhasil menyelenggarakan kegiatan Kajian Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang ke-2 dalam rangka memperingati Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah pada hari Sabtu, 31 Mei 2025. Acara ini berlangsung di aula SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto No. 23, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Zainuddin Maliki,, yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Selain itu, turut hadir pula Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Sugiantoro, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Kiai Masrukin, serta Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Tuban yang juga merupakan perwakilan dari SMK Pelayaran Muhammadiyah, Anang Dwi Cahyono.

Acara ini dihadiri oleh ratusan kader dari unsur Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) se-Kabupaten Tuban yang meliputi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi kader muda Muhammadiyah sekaligus sebagai wadah penguatan visi dan misi perjuangan organisasi di tengah dinamika zaman.

Dalam sambutannya, Ketua PDPM Tuban, Muhammad Amin Yusrin, menyampaikan bahwa momentum milad ke-93 ini hendaknya tidak hanya diperingati sebagai acara seremonial semata, melainkan harus menjadi ruang reflektif untuk memperkuat semangat perjuangan.

“Milad ke-93 ini adalah titik refleksi bagi kami. Kami ingin menjadikan sisa masa kepengurusan ini sebagai masa untuk memperkuat kualitas kader, memperluas jaringan dakwah, dan menumbuhkan semangat kolektif agar Pemuda Muhammadiyah Tuban semakin berdampak secara nyata di masyarakat,” ujar Ketua PDPM Tuban dalam sambutannya.

Sementara itu, Anang Dwi Cahyono selaku tuan rumah sekaligus perwakilan dari SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, menyampaikan bahwa sekolah tersebut telah berdiri sejak tahun 1996, dan dirinya merupakan kepala sekolah pertama yang dipercaya oleh Pimpinan Muhammadiyah saat itu. Ia menambahkan pentingnya semangat menggembirakan dalam gerakan Muhammadiyah.

“Bermuhammadiyah haruslah menyenangkan. Kita ajak kader muda untuk merasa gembira saat berjuang bersama Muhammadiyah. Dan sebagai tuan rumah, kami memohon maaf apabila dalam penyambutan ada kekurangan,” ujarnya.

Ketua PDM Tuban Kiai Masrukin menegaskan pentingnya keterlibatan kader muda dalam kepemimpinan Muhammadiyah ke depan.

“Cepat atau lambat, generasi muda AMM akan menggantikan posisi kami. Maka penting untuk terus belajar, aktif berorganisasi, dan bergembira dalam mengurus Muhammadiyah,” tegasnya

Ia pun memberikan tiga pesan penting: selalu bergembira dalam berjuang, belajar tanpa henti, dan menjaga akhlak serta militansi organisasi.

“Yang pertama, hendaknya mengurus Muhammadiyah itu dengan hati yang gembira. InsyaAllah, orang yang terlibat dalam perjuangan Muhammadiyah adalah orang-orang yang dicintai Allah karena turut menolong agama-Nya. Kedua, jangan pernah berhenti belajar, baik ilmu agama maupun ilmu umum, karena Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang berpijak pada ilmu. Dan ketiga, aktiflah dalam berorganisasi dengan menjaga akhlak yang baik, karena masa depan Muhammadiyah ada di tangan generasi muda yang unggul,” tutur Kiai Masrukin.

Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Sugiantoro, dalam sambutannya turut mengapresiasi peran aktif kader AMM dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Tuban saat ini, terdapat berbagai capaian pembangunan, baik di wilayah desa maupun kota.

“Pemerintah Kabupaten Tuban saat ini terus menggenjot pembangunan desa dan kota secara seimbang. Salah satu program yang sedang kami dorong adalah pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan,” ungkap Sugiantoro.

Ia juga membuka pintu lebar-lebar bagi para kader AMM yang ingin bersilaturahmi dan berdialog langsung ke kantor DPRD Tuban.

“Silakan teman-teman AMM datang ke kantor DPRD kapan saja. DPRD bukanlah ruang eksklusif, melainkan tempat rakyat menyampaikan aspirasi. Kami terbuka untuk semua elemen, termasuk kader-kader muda Muhammadiyah,” tambahnya.

Memasuki sesi utama, Prof. Dr. Zainuddin Maliki menyampaikan materi bertema kebangsaan dan tantangan generasi muda dalam menghadapi era post-truth. Menurutnya, masyarakat saat ini hidup dalam zaman di mana persepsi sering kali dianggap lebih penting dari fakta.

“Kita hidup di era post-truth, di mana masyarakat cenderung tidak peduli terhadap kebenaran informasi. Ini bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an, khususnya dalam Surat Al-Hujurat ayat 6, yang menekankan pentingnya tabayyun atau klarifikasi informasi sebelum menyebarkannya,” jelas Prof. Zainuddin.

Ia juga menekankan bahwa pemerintahan saat ini, terutama dalam visi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, tengah menggeser prioritas dari pembangunan infrastruktur menjadi pembangunan masyarakat desa.

“Saat ini pembangunan yang menjadi perhatian utama pemerintah bukan lagi hanya jalan tol, melainkan masyarakat desa. Presiden Prabowo ingin membangun Indonesia dari desa untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Zainuddin mendorong kader-kader Muhammadiyah yang memiliki kompetensi untuk ikut ambil bagian sebagai pendamping desa—posisi strategis di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Segera akan dibuka perekrutan pendamping desa. Saya mengajak kader Muhammadiyah untuk terlibat langsung. Bahkan, jika memungkinkan, terjunlah ke dunia politik dan parlemen. Sepanjang saya di DPR RI, saya melihat ciri khas Muhammadiyah masih sangat minim. Maka ini saatnya kita mewarnai parlemen dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan semangat optimisme dan komitmen bersama untuk terus menguatkan peran kader AMM dalam dakwah, pembangunan bangsa, serta menjaga idealisme Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *