LPCR PDM Tuban Studi Tiru ke Ponorogo, Dalami Penguatan Masjid, Ranting, dan Cabang

Media Share

Muhammadiyahtuban.or.id-Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR) PDM Tuban melakukan studi tiru ke sejumlah struktur Persyarikatan dan amal usaha Muhammadiyah di Ponorogo, Sabtu–Ahad, 5–6 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LPCR PDM Tuban untuk menggali praktik baik dalam pengelolaan masjid, penguatan organisasi cabang dan ranting, pembinaan jamaah, pelayanan sosial, hingga pengembangan ekonomi berbasis Persyarikatan.

Rombongan dipimpin Ketua LPCR PDM Tuban Hadi Mulyono dan Sekretaris LPCR PDM Tuban Rasmuji Habibi. Turut serta dalam rombongan Irsyad Ridlo, Ahmad Ruston, Nurtamim, Setiyadi, Mahmud, Arif Novan, Suilyas, dan Prasetyo.

Dalam rangkaian studi tiru tersebut, rombongan mengunjungi empat tujuan, yakni Masjid Baitul Mukhlisin, PRM Plalangan, PCM Ponorogo Kota, dan Restomu Ponorogo.

Belajar dari Masjid Baitul Mukhlisin

Tujuan pertama rombongan adalah Masjid Baitul Mukhlisin. Rombongan diterima Direktur sekaligus Takmir Masjid Baitul Mukhlisin H. Suwardi, S.M. dan LPCRPM PDM Ponorogo Suhandoko, M.Pd.

Di Masjid Baitul Mukhlisin, rombongan mendapatkan informasi mengenai berbagai kegiatan rutin yang dilaksanakan hampir setiap hari.

Kegiatan tersebut meliputi kultum Subuh dengan tema berbeda, kajian tafsir, tahsin Al-Qur’an, kajian Himpunan Putusan Tarjih (HPT), kajian Riyadhus Shalihin, kajian Qolbun Salim, hingga kegiatan makan bersama jamaah.

Pada Jumat, terdapat program Jumat Barokah berupa makan bersama seluruh jamaah dengan menyediakan sekitar 800 porsi. Sementara setiap Ahad terdapat program Kusapa (Kuliah Subuh Ahad Pagi) yang dilanjutkan dengan makan bersama.

Selain kegiatan keagamaan, Masjid Baitul Mukhlisin juga memiliki Badan Usaha Milik Masjid. Unit usaha yang dikelola antara lain Restomu, Surya Mart, Airku, Babemu, Agen LPG, dan Bankziska.

Ketua LPCR PDM Tuban Hadi Mulyono mengatakan, pengelolaan Masjid Baitul Mukhlisin menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari.

“Masjid Baitul Mukhlisin memberikan gambaran bahwa masjid bisa menjadi pusat ibadah, pendidikan, pembinaan jamaah, kegiatan sosial, sekaligus penggerak ekonomi,” ujarnya.

Penguatan Sistem Cabang dan Ranting

Kunjungan berikutnya dilakukan ke LPCRPM PDM Ponorogo. Rombongan mendapatkan penjelasan mengenai penguatan cabang, ranting, dan masjid, termasuk pemanfaatan sistem informasi.

Menurut Hadi, salah satu hal yang diperoleh dari kunjungan tersebut adalah informasi bahwa pengisian SICARA telah dijalankan secara masif di tingkat cabang, ranting, dan masjid.

LPCRPM PDM Ponorogo juga telah bersiap menyelenggarakan seleksi CRM Award VII 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan cabang, ranting, dan masjid.

Sekretaris LPCR PDM Tuban Rasmuji Habibi mengatakan, praktik tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi LPCR PDM Tuban.

“Kami melihat penguatan organisasi perlu ditopang dengan sistem pendataan dan pengelolaan yang baik. Hal seperti ini yang ingin kami pelajari dan dikembangkan di Tuban sesuai dengan kondisi masing-masing cabang dan ranting,” katanya.

PRM Plalangan Kembangkan Potensi Ranting

Rombongan kemudian berkunjung ke PRM Plalangan dan diterima Ketua PRM Plalangan H. Mashuri, SE.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh gambaran mengenai manajemen organisasi yang telah berjalan dengan baik. PRM Plalangan memiliki berbagai agenda rutin, di antaranya kajian tafsir Al-Qur’an, kajian tarjih, Taklim Malam Selasa, pengajian pimpinan, dan pertemuan rutin.

PRM Plalangan juga menaungi enam masjid dan 14 mushala. Berbagai kegiatan dilaksanakan di lingkungan tersebut, mulai dari salat wajib, pemberangkatan haji, Jumat Berkah, kegiatan sosial, tim rukti jenazah, hingga pengobatan gratis.

Di bidang ekonomi, PRM Plalangan juga mengembangkan Surya Katong sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi.

Hal lain yang menarik perhatian rombongan adalah rencana PRM Plalangan mendirikan eduwisata dengan memanfaatkan lahan yang cukup luas.

“Yang menarik dari PRM Plalangan adalah bagaimana potensi yang dimiliki ranting terus dikembangkan. Tidak hanya kegiatan dakwah dan organisasi, tetapi juga pelayanan sosial dan pemberdayaan ekonomi, bahkan ada gagasan eduwisata,” ujar Hadi.

PCM Ponorogo Kota dengan Ekosistem Amal Usaha yang Lengkap

Kunjungan selanjutnya dilakukan ke PCM Ponorogo Kota. Rombongan diterima Ketua PCM Ponorogo Kota Drs. H. Bambang Dry Atmojo, M.Pd.

PCM Ponorogo Kota memiliki berbagai program yang mencakup bidang organisasi, dakwah, kaderisasi, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga media informasi.

Di bidang organisasi dan dakwah terdapat rapat serta kajian rutin pimpinan, pengajian tarjih, pengajian umum, dan Korps Mubaligh. PCM juga memiliki masjid unggulan serta program rekrutmen anggota.

Dalam bidang media, PCM Ponorogo Kota mengelola media sosial dan media informasi Persyarikatan serta memiliki program berlangganan Suara Muhammadiyah.

Sementara di bidang sosial terdapat layanan rukti jenazah. Di bidang ekonomi, PCM mengelola Surya Mart, CVMu MaterialMu, serta RPU HalalMu atau Rumah Pemotongan Unggas.

Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui Jamaah Tani Muhammadiyah. Di bidang kesehatan terdapat RSU Muhammadiyah Ponorogo. Sementara bidang pendidikan ditopang oleh berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, lima panti asuhan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, TPQ, dan sejumlah amal usaha lainnya.

“PCM Ponorogo Kota memberikan pelajaran bahwa cabang dapat berkembang ketika berbagai bidang bergerak dalam satu ekosistem Persyarikatan. Organisasi, dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kaderisasi, dan media saling menguatkan,” terang Hadi.

Praktik Baik untuk Dikembangkan di Tuban

Selain tiga tujuan tersebut, rombongan juga mengunjungi Restomu Ponorogo sebagai bagian dari rangkaian studi tiru.

Rasmuji Habibi menegaskan bahwa studi tiru ini bukan sekadar kegiatan kunjungan, tetapi menjadi ruang untuk melihat secara langsung bagaimana praktik baik Muhammadiyah di Ponorogo dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Persyarikatan di Tuban.

“Kami tidak ingin sekadar meniru. Kami ingin mengambil nilai dan praktik baiknya, kemudian menyesuaikannya dengan potensi serta kebutuhan cabang, ranting, dan masjid di Tuban,” jelas Rasmuji.

Hadi menambahkan, penguatan LPCR tidak dapat dilepaskan dari penguatan masjid dan ranting sebagai basis gerakan Muhammadiyah.

“Semangat yang kami bawa pulang adalah bagaimana masjid dan ranting tidak hanya menjadi tempat kegiatan rutin, tetapi mampu menjadi pusat pembinaan umat, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan Persyarikatan,” pungkasnya.

Studi tiru selama dua hari tersebut diharapkan dapat memperkaya gagasan LPCR PDM Tuban dalam menyusun program pendampingan dan pengembangan cabang, ranting, serta masjid ke depan.

Kontributor: Rasmuji Habibi, Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *