Muhammadiyahtuban.or.id – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan warga Muhammadiyah Cendoro. Solidaritas yang dihimpun berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp9.927.000 untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Rp14.350.000 untuk membantu keluarga Anang Khotib, Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cendoro yang tengah menghadapi ujian sakit.
Dana bantuan untuk korban gempa NTT dihimpun melalui sejumlah lembaga pendidikan dan masjid di lingkungan Muhammadiyah Cendoro. Penggalangan dilakukan melalui infak Jumat di Masjid Jami’ Al-Azmi, Masjid Nurah, dan Masjid Nurul Huda.
Selain itu, kepedulian juga datang dari para siswa dan siswi di lingkungan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari KB, TK Aisyiyah, MIM 2, hingga MTs Muhammadiyah Cendoro. Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat berbagi telah tumbuh sejak dini di kalangan generasi muda.
Sementara itu, bantuan untuk keluarga Anang Khotib dihimpun melalui grup WhatsApp Warga Muhammadiyah Cendoro. Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian warga Muhammadiyah terhadap salah satu kader terbaik yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dr. R. Koesma Kabupaten Tuban.
Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Cendoro, Ainur Rohim, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah Cendoro yang telah ikut berpartisipasi dalam dua gerakan solidaritas tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah Cendoro, lembaga pendidikan, para siswa, jamaah masjid, serta seluruh donatur yang telah ikut berbagi dan memberikan dukungan. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kepedulian tersebut tidak hanya berbicara tentang jumlah dana yang terkumpul, tetapi juga menunjukkan kuatnya semangat ta’awun dan kebersamaan di tengah warga Muhammadiyah.
“Semoga bantuan untuk korban gempa NTT dapat meringankan beban mereka yang terdampak bencana. Dan untuk Mas Anang Khotib, semoga segera diberikan kesembuhan, kekuatan, serta dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala,” tambah Ainur Rohim.
Gerakan solidaritas tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari berbagai ruang, baik melalui masjid, lembaga pendidikan maupun komunitas warga. Dari Cendoro, semangat berbagi terus dirawat sebagai bagian dari dakwah dan gerakan kemanusiaan Muhammadiyah.
Penulis: Samson Thohari






