Ketua LPCR PP Muhammadiyah Puji Keunikan Ranting di Palang, Minta Tuban Lebih Berani Tampil ke Publik

Media Share

MUHAMMADIYAH.OR.ID-Pelaksanaan Cabang Ranting dan Masjid (CRM) Award VI Tahun 2025 yang dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais turut menghadirkan 22 kontingen dari Tuban. Kehadiran mereka mendapat perhatian khusus dari Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, yang memberikan sejumlah pesan langsung kepada para pimpinan Muhammadiyah Tuban.

Wejangan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban Saiful Athar bersama Wakil Ketua PDM Tuban Abdul Halim di Masjid Al-Jihad, Banjarmasin. Jamaludin secara khusus menilai bahwa Tuban, terutama Palang, memiliki kekuatan gerakan yang jarang dimiliki daerah lain.

“Ranting-ranting di Palang ini luar biasa. Banyak kegiatan yang hidup, programnya kuat, dan dinamikanya tinggi,” ujar Jamaludin.

Namun, ia menyayangkan bahwa sebagian besar aktivitas tersebut belum terekspos secara optimal. Padahal, menurutnya, publikasi merupakan bagian penting dalam penguatan organisasi.

“Saya melihat banyak hal hebat di Tuban, tetapi belum muncul ke permukaan. Publikasi itu bukan riya, tetapi kebutuhan kelembagaan agar menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tegasnya.

Jamaludin juga menilai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Palang memiliki model pembinaan ranting yang unik. Alih-alih menarik ranting untuk dipusatkan di cabang, PCM justru mendorong dan membesarkan ranting-ranting yang ada. Hal ini dianggap sebagai keunggulan yang perlu dipertahankan.

“Ini keistimewaan Tuban. Semua rantingnya punya Amal Usaha, dan PCM-nya tidak memusatkan kekuatan, tetapi memperkuat ranting. Ini tidak banyak terjadi di daerah lain,” ungkapnya.

Dengan wejangan yang disampaikan secara khusus kepada Tuban tersebut, Jamaludin berharap potensi besar Muhammadiyah yang tumbuh di Cabang Palang serta ranting-rantingnya seperti Karangagung, Cendoro, Panyuran, Lerankulon, dan lainnya dapat semakin dikenal, diakui, dan ditiru oleh daerah-daerah lain dalam gerakan dakwah berkemajuan

Penulis: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *