PDMTUBAN.COM-Dalam kondisi darurat, kehadiran layanan ambulans sering kali menjadi penentu antara harapan dan keputusasaan. Menyadari pentingnya hal ini, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Tuban menghadirkan layanan ambulans 24 jam yang siap membantu masyarakat, baik di dalam maupun luar kota.
Beroperasi sejak tahun 2021, ambulans Lazismu Tuban telah menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para dermawan dengan mustahiq (penerima manfaat). Layanan ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi medis, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Kepala Kantor Lazismu Tuban, Abdul Malik, menuturkan bahwa keberadaan ambulans ini sepenuhnya digerakkan oleh dukungan masyarakat melalui dana infak.
“Seluruh operasional ambulans ini murni dari infak yang dipercayakan masyarakat kepada Lazismu. Untuk wilayah Kabupaten Tuban, kami memberikan layanan antar jemput pasien secara gratis. Sedangkan untuk perjalanan ke luar kota, kami hanya memohon bantuan biaya BBM dan tol,” jelas Malik kepada muhammadiyahtuban.or.id pada 13 Oktober 2025
Ia berharap, dengan pola kolaboratif ini, masyarakat dapat saling mendukung sehingga Lazismu mampu terus memberikan pelayanan terbaik dan berkelanjutan.
Sejak mulai beroperasi, armada ambulans Lazismu Tuban telah melayani puluhan pasien setiap bulannya. Dalam satu bulan, rata-rata ada 20 hingga 30 pasien yang memanfaatkan layanan ini, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi medis yang cepat dan terjangkau.
Salah satu pengemudi ambulans, Muhammad Mifthul Huda, berbagi pengalaman suka duka selama bertugas. Ia mengaku menikmati setiap momen, meski sering dihadapkan pada situasi menegangkan.
“Pernah saya mengantarkan pasien dari Tuban ke Solo. Normalnya perjalanan 4 jam, tapi karena kondisi pasien tidak memungkinkan, saya hanya bisa memacu mobil 40 km/jam. Akhirnya perjalanan memakan waktu hingga 8–9 jam. Pasien sempat kesakitan kalau sedikit ngebut,” kenang Huda.

Pengalaman itu menjadi pengingat betapa pentingnya kehati-hatian, empati, dan kesabaran dalam melayani pasien.
Kehadiran ambulans Lazismu Tuban menjadi bukti nyata peran lembaga filantropi dalam menyediakan layanan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Layanan ini tidak hanya mengantarkan pasien ke rumah sakit, tetapi juga membawa harapan dan semangat kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.
Melalui ambulans Lazismu, para dermawan memiliki jalan nyata untuk menyalurkan kepeduliannya. Setiap perjalanan ambulans bukan sekadar layanan, melainkan misi kemanusiaan yang menghubungkan kebaikan dari yang memberi kepada yang membutuhkan.
Kontributor : Abdul Malik, Editor Samson Thohari






