Suara yang Berani, Kekuatan yang Menginspirasi

Media Share

PDMTUBAN.COM-Alun-Alun Kabupaten Tuban pada Jumat (29/8) menjadi lautan manusia. Ribuan anak, guru, dan berbagai organisasi tumpah ruah dalam Titik Kumpul Kebersamaan yang diikuti sekitar 15.000 peserta. Acara ini disemarakkan oleh Forum Puspa, Dharma Wanita Persatuan, Forum Anak Tuban, organisasi pendidikan anak usia dini, serta komunitas lintas bidang dengan ragam penampilan menarik.

Momentum peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tersebut juga dirangkai dengan Festival Anak Berani Bicara 2025, ajang bergengsi yang diikuti 203 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Di tengah semarak acara, santriwati MCC LKSA Tunas Melati Putri Muhammadiyah Tuban kembali menorehkan prestasi membanggakan. Lailatul Fadhilah, yang juga tercatat sebagai siswi SMA Muhammadiyah 1 Tuban, tampil berani menyuarakan isu penting: kekerasan seksual pada anak. Dengan argumen yang kuat dan kreativitas dalam menyajikan video presentasi, ia berhasil menyabet Juara Terbaik Festival Anak Berani Bicara 2025.

“Prestasi ini tidak hanya buah dari kerja keras Fadhilah, tetapi juga bukti bahwa anak-anak kita mampu menjadi suara perubahan bila diberi ruang dan kesempatan. Kami sangat bangga sekaligus terharu dengan pencapaiannya,” ungkap Ida Tri Lestari, pendamping santriwati MCC LKSA Tunas Melati Putri Muhammadiyah Tuban.

Selain Fadhilah, tujuh santriwati MCC LKSA Tunas Melati Putri lainnya juga ikut ambil bagian:

  • Jenjang SMP: Fitria Nurtia Sari, Zalfa Oktaviana, Zalma Oktafiani
  • Jenjang SMA: Lailatul Fadhilah, Siti Adinata Nuzulul Rahma, Naftali Zahra, Ayu Ditya Juliana
Santriwati LKSA Tunas Melati

Seluruh peserta mendapat medali dan sertifikat, sementara sang juara membawa pulang piala kebanggaan yang langsung diserahkan oleh Bupati Tuban bersama Forkopimda.

Umi Rosidah, Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Tuban , mengaku terharu melihat keberanian anak-anak tampil di tengah ribuan peserta.

“Hari itu alun-alun penuh sesak dengan ribuan anak dan guru yang ikut titik kumpul kebersamaan. Tapi anak-anak kami tidak minder, justru semakin semangat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Itu yang membuat kami bangga,”ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, menegaskan pentingnya ruang berekspresi bagi anak dan perempuan. Menurutnya, kebersamaan lintas organisasi bisa menjadi inspirasi di bidang seni, budaya, olahraga, kepemimpinan, maupun kewirausahaan.

“Anak-anak dan perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, sehingga perlu terus diberi ruang untuk berkreasi,” tegasnya.

Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh santriwati untuk terus percaya diri, berani bersuara, serta tumbuh menjadi perempuan berilmu, berdaya, dan berkemajuan. Kehadiran mereka di tengah semarak Titik Kumpul Kebersamaan juga semakin meneguhkan bahwa suara anak-anak Tuban layak didengar, diberi ruang, dan menjadi bagian penting dari gerak kebersamaan dalam membangun masa depan bangsa.

Kontributor: Ida Tri Lestari, Editor: Samson Thohari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *