PDMTUBAN.COM-Menindaklanjuti Instruksi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Nomor 621/SI-PPA/D/VI/2025 tentang Kemandirian Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA), Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Tuban secara resmi menggelar Deklarasi IGABA Mandiri, bertempat di Aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tuban, Jalan Pramuka No. 10, Jawa Timur (29/7).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengumumkan bahwa IGABA kini menjadi organisasi profesi pendidikan yang mandiri dan memiliki kedudukan yang setara dengan organisasi profesi lainnya seperti:
- IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) – organisasi profesi guru TK yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan.
- HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) – organisasi profesi yang menaungi pendidik PAUD nonformal, seperti KB, TPA, dan SPS.
Langkah kemandirian ini sesuai dengan amanat Permendikbudristek No. 67 Tahun 2024, yang mengakui keberadaan berbagai organisasi profesi pendidikan di Indonesia.
IGABA merupakan organisasi profesi guru PAUD Aisyiyah yang berada di bawah binaan langsung Majelis PAUD DASMEN PP Aisyiyah. Dalam orasinya, Ketua IGABA Daerah Kabupaten Tuban, Oliv Sya’adah, S.Pd, menyampaikan 8 poin penting, yaitu:
- IGABA adalah ikatan profesi guru PAUD Aisyiyah di bawah Majelis PAUD DASMEN PP Aisyiyah.
- Tetap menjalin silaturahmi dengan IGTKI dan HIMPAUDI.
- Anggotanya adalah seluruh guru PAUD Aisyiyah.
- Fokus pada pelaksanaan program-program dari Majelis PAUD DASMEN.
- Tidak diperkenankan merangkap dalam organisasi profesi sejenis.
- Tidak memiliki kewajiban administratif terhadap organisasi mitra lain.
- Mengelola anggotanya secara mandiri.
- Memiliki hak dan kewajiban yang sama di Dinas Pendidikan.
Wakil Ketua PDA Tuban, Neffi Mudholifati, SM, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk penolakan kerja sama, melainkan upaya untuk menjaga profesionalitas guru.
“Selama ini banyak pengurus IGABA yang merangkap di IGTKI dan HIMPAUDI, yang membuat beban kerja ganda. Dengan mandiri, IGABA bisa fokus mendampingi guru PAUD Aisyiyah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, ST, MT, menyampaikan apresiasinya atas langkah strategis ini.
“Kami menghormati kebijakan nasional yang dilaksanakan oleh PDA Aisyiyah Tuban. Harapan kami, IGABA tetap menjadi mitra aktif Dinas Pendidikan, tetap berkolaborasi dan terlibat dalam forum-forum penting seperti MGMP, BBGTK, dan tetap mendapatkan informasi mengenai BOP, Dapodik, dan lain-lain,” jelasnya.
Sekretaris PDM Tuban, Edi Utomo, SPd, MM, juga menambahkan bahwa kemandirian IGABA menjadi bagian dari transformasi Muhammadiyah dalam memperkuat lembaga pendidikan.
“Seperti halnya Hizbul Wathan yang melepas diri dari Pramuka, IGABA diharapkan menjadi mitra strategis yang profesional dan kontributif,” ujarnya.
Umi Rosidah, SE, Sekretaris PDA Tuban, turut berharap agar meski IGABA tidak lagi tergabung dalam IGTKI dan HIMPAUDI, tetap mendapatkan perlakuan dan akses informasi yang sama dari Dinas Pendidikan. “Karena kita semua sama-sama berjuang untuk mendidik anak-anak bangsa,” pungkasnya

Kontributor: Umi Rosidah






